brunei menerapkan hukum islam


BRUNEI DARUSSALAM

RESMI MENERAPKAN HUKUM SYARIAH ISLAM


Brunei darussalam per 1 mei 2014 dengan resmi telah menjadikan hukum syariah islam menjadi pedoman hidup mereka. Sebuah langkah maju ini patutlah di apresiasi. Terutama oleh Indonesia yang mengaku menjadi negara muslim terbesar dunia. Dengan jumlah penduduk sekitar 400.000 jiwa dan kekayaan negara yang luar biasa di yakini penerapan hukum islam dapat membawa segenap masyarakat Brunei ke keadilan yang hakiki. Pemberlakuan ini juga di sertai dengan hukuman bagi para pelanggar aturan. Di antaranya adalah potong tangan bagi pencuri, hukuman gantung dan rajam bagi pembunuh dan pezina dan hukuman lain sesuai dengan ketentuan Islam.

Pemimpin negara ini Sultan Hasanah Bolkiah yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia memberikan pengumuman resmi terkait hal ini. “Berkat Karunia Allah, dengan di berlakukannya undang-undang ini, tugas kita kepada Allah pun terpenuhi,” ujarnya di lansir dari onislam.net.

Banyak ‘teori’ yang mengatakan bahwa dengan di berlakukannya undang-undang ini merupakan kemunduran besar bagi Brunei. Hukuman yang ada dalam syariah islam di nilai terlalu kejam dan brutal, tidak sesuai dengan Hak Asasi Manusia. Namun ‘teori’ ini dengan tegas di bantah oleh sultan dan pejabat penggerak hukum di negara tersebut. Mereka mengatakan jika hukum Allah merupakan hukum yang adil karena bukan rekayasa manusia.

Penerapan Syariah Islam sejatinya merupakan langkah maju terutama untuk negara-negara dengan mayoritas pemeluknya muslim. Jika aturan ini di terapkan di indonesia, saya sangat yakin jika korupsi yang merajalela, kasus asusila pada anak di bawah umur, kasus pembunuhan, pencurian dan sebagainya bisa di tekan hingga angkanya tak sampai 1 %. Mayoritas masyarakat indonesia sudah mulai frustasi dengan hukum yang ada di indonesia. Kasus Gayus Tambunan, bank century, kasus Nazaruddin, kasus JIS (Jakarta International School), adalah segelintir kasus yang tak terselesaikan. Di tambah lagi dengan kasus Akil Mohtar yang mencederai lembaga hukum indonesia. Jika hukum syariah islam bisa di terapkan saya yakin hal-hal semacam ini tak akan berlarut-larut dan keadilan bisa segera di nikmati banyak orang.

Coba anda bayangkan. Andaikan Gayus Tambunan, Nazaruddin, Anas Urbaningrum dan para segenap koruptor serta para pelaku pelecehan seksual berakhir dengan hukuman rajam atau hukuman gantung. Saya yakin, orang akan berpikir 1000 kali untuk mengikuti jejak mereka. *ama.

Posted on Mei 3, 2014, in KATALOG MAZARA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: