Makalah evapolimeter



OLEH

ASRIL M.JEN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE

 

 

MAKALAH EVAPOLIMETER

 

I. PENDAHULIAN

  1. Latar Belakang

Dalam hal ini setiap pengetahuanyang masih dalam tataran konsep maka butuh di benarkan dalam bentuk aplikasi dalam dunia realitas. Dalam setiap pengetahuan butuh di ilmiahkan merubah menjadi ilmu, sehingga semua dapat dibenarkan dan diterima oleh orang lain.

Dalam kondisi alami, laju penguapan, atau jumlah air berubah menjadi uap air dalam diberikan waktu, merupakan fungsi dari faktor-faktor meteorologi berikut: (a) matahari dan langit radiasi, (b) tekanan uap defisit suasana sekitarnya wadah, (c) aliran udara melewati permukaan menguap, (d) suhu udara yang mengontrol suhu cairan dan juga menentukan atas membatasi dari defisit tekanan uap. Pengukuran penguapan dari permukaan air bebas memberikan nilai yang dapat digunakan sebagai ungkapan efek terpadu dari semua faktor meteorologi. Penguapan telah lama diakui sebagai penting meteorologi parameter. Meskipun banyak cara untuk jumlah penguapan menentukan yang tersedia, tidak ada perangkat belum dikembangkan untuk merekam nilai ini memuaskan. Selain meteorologi, ilmuwan dari berbagai lainnya disiplin telah mengakui pentingnya dan membutuhkan untuk penguapan merekam secara terus menerus. Robertson menunjukkan bahwa suatu Evaporimeter.

The evaporimeter Piche dalam layar Stevenson. The evaporimeter Piche adalah atmometer, alat sederhana dikenal pengamat cuaca di seluruh dunia. Biasanya ditempatkan di dalam layar Stevenson itu melakukan apa yang tertulis – mengukur penguapan. Seperti panci lysimeter, atau penguapan, mengukur jumlah air yang hilang ke atmosfer biasanya selama satu hari. Penguapan berlangsung dari lingkaran berdiameter 3 cm kertas blotting [kertas saring] diadakan di tempat di bagian bawah yang dikalibrasi (laboratorium buret atau pipet-tipe) tabung gelas dengan klip logam. Diameter luar tabung adalah nominal 1,5 cm seperti dasar dari klip penahan. Air, sebaiknya deionised, membuat kertas selalu basah. Air menguap dari kedua atas dan permukaan bawah kertas saring, dan luas permukaan bekerja sebagai 11 cm cm persegi (11 cm-2). Tabung dikalibrasi dalam mililiter (mm), atau sentimeter kubik (cm3), seperti buret laboratorium, atau pipet, dan total penguapan dilaporkan sebagai cm3. Jika berpikir penguapan lebih bermakna dapat dinyatakan dalam mm per satuan luas (m-2).Albert Piche

 

II. PEMBAHASAN

2.1. Deskripsi dari evaporimeter

 

            Nomina      1 alat untuk mengukur besarnya    

                 Penguapan (nomina).            

 

    

 


Evaporimeter

Evaporimeter (eva.po.ri.me.ter) /évaporiméter/ nomina (n)

  • Alat untuk mengukur besarnya penguapan (nomina)

Evaporimeter Sebuah dijelaskan yang menghasilkan data penguapan yang mungkin lebih unggul data penguapan dihitung dari pembacaan pengukur mikrometer hook. Evaporimeter juga memberikan tarif per jam akurat penguapan dan menyediakan sarana untuk tiba pada jumlah yang wajar dari penguapan selama periode presipitasi.

2.2. bagian – Bagian Penguapan

Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat, tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah, sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan “menguap”


Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul “kecepatan lepas” – energi panas – yang diperlukan untuk berubah menjadi uap. Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap, hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan karena itu lebih tak terlihat

Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera, danau, embun dan sumber air lainnya. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.

2.3. Evaporimeter Panci Terbuka

Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya. Pengukuran evaporasi dengan menggunakan evaporimeter memerlukan perlengkapan sebagai berikut :

  1. Panci Bundar Besar

Terbuat dari besi yang dilapisi bahan anti karat. Panci ini mempunyai garis tengah 122 cm dan tingginya 25,4 cm.


  1. Hook Gauge

Suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Hook Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk, sehingga cara pembacaannya berlainan. Untuk jenis cassella, terdiri dari sebuah batang yang berskala, dan sebuah sekrup yang berada pada batang tersebut, digunakan untuk mengatur letak ujung jarum pada permukaan air dalam panci. Sekrup ini berfungsi sebagai micrometer yang dibagi menjadi 50 bagian.


 

  1. Still Well

Bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan mempunyai 3 buah kaki. Pada tiap kaki terdapat skrup untu menyetel/ mengatur kedudukan bejana agar letaknya horizontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang, sehingga permukaan air dalam bejana sama tinggi dengan permukaan air dalam panci. Bejana digunakan selain untuk tempat meletakkan hook gauge, juga membuat permukaan air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan pada panci, sehingga penyetelan ujung jarum dapat lebih mudah dilakukan.


  1. Cup Counter Anemometer

Alat ini dipasang sebelah selatan dekat pusat panci, dengan mangkok-mangkoknya sedikit lebih tinggi. Terutama sekali digunakan untuk mengukur banyaknya angin selama 24 jam.

2.4. Cara Kerja

Funsi alat : Pengukur Penguapan air langsungSatuan: Milimeter (mm).Keterangan alat ini dilengkapi dengan thermometer air Six Bellani (Thermometer Apumg serta Cup Counter anemometer tinggi 05 meter. Pada Evaorimeter permukaan yang luas (waduk,danau). Data penguapan ini dikalikan factor alat 0.7 ± 0.8

 

Fungsi  : untuk mengukur evaporasi


Cara kerja 1

Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya. Pengukuran evaporasi dengan menggunakan evaporimeter memerlukan perlengkapan sebagai berikut :

  • Panci Bundar Besar
  • Hook Gauge yaitu suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Hook Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk, sehingga cara pembacaannya berlainan.
  • Still Well ialah bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan mempunyai 3 buah kaki.

Prosedur Kerja 2

1)      Pengukuran dilakukan dengan memperhatikan keseimbanngan permukaan air terhadap ujung paku dalam tabung perendam riak ( Still Wall Cylinde ).

2)      Cara mendapatkan data penguapan adalah dengan menambahkan atau mengambil air dari tangki yang berbentuk silinder.

3)      Bila tidak terjadi hujan, maka evaporasi adalah jumlah air yang ditambahkan hingga permukaan air sejajar ujung paku.

4)      Bila ada hujan X mm dan permukaan air masih dibawah ujung paku, maka evaporasi adalah jumlah curah hujan ditambah jumlah air yang ditambahkan hingga permukaan air sejajar ujung paku.

5)      Bila curah hujan Y mm dimana permukaan air setara atau imbang dengan ujung paku, maka evaporasi adalah sama dengan curah hujan.

6)      Bila curah hujan Z mm dimana permukaan air diatas ujung paku, maka evaporasi adalah jumlah curah hujan dikurangi jumlah air yang dikurangkan hingga permukaan air sejajar ujung paku

7)      Bila curah hujan diatas minimal 54 mm, maka besarnya penguapan tidak dapat diukur ( karena tumpah ).

8)      Selama 3 hari setiap pukul 06.00, 12.00, dan 16.00 dilakukan pengamatan.

9)      Mencatat hasil pengukuran perubahan tinggi air pada panci penguapan.

2.5. Bagian-Bagian  Alat

  1. Panci  untuk menampung  air yang berdiameter 120 cm dan tinggi 30 cm
  2. Hook geuge (batang  berskala) untuk mengetahui ketinggian air dalam panic
  3. stiff well  (bejana) untuk  menempakkan hook geuge sehingga mudah pembacaan
  4. kayu  penopang untuk  penyangga  panic sehingga tidak  bersentuhan dengan tanah karena  tanah  menngandung panas yang akan menambah  penguapan
  5. temometer  aur untuk mengukur suhu air  permukaan

Proses Evaporasi Terdiri Dari Dua Peristiwa Yang Berlangsung : 

1.Interface evaporation, yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan tanah. Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan. 
2.Vertikal vapour transfers, yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas).

III. PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dari hasil dan pembahasan penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan Navigasi adalah

  1. Cara mendapatkan data penguapan adalah dengan menambahkan atau mengambil air dari tangki yang berbentuk silinder
  2. Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi.
  3. tekanan uap defisit suasana sekitarnya wadah,
  4. Proses Evaporasi Terdiri Dari Dua Peristiwa

3.2. Saran

Perlu adakan praktek mengenai cara dan prosedur penggunaan evaporimeter.

 

DAFTAR PUSTAKA


http://id.wikipedia.org/wiki/Penguapan

MEUNIER, H. (1907) L’oeuvre Scientifique de M. Albert Piche. Buletin de la Société des Sciences, Lettres et Arts de Pau, IIme Série, tome 35, Pau

Piche, A. (1872) Catatan sur l’atmismomètre, instrumen mentakdirkan à l’mesurer penguapan. Bulletin de l’Association Scientifique de France, X.
Wariono, Dkk. 1987. Pengantar  Meteorologi dan Klimatolgi  Bina  ilmu. Surabaya.

 

Wittenberg, H. (1997) 125 Jahre Evaporimeter nach Albert Piche, Deutsche Gewässerkundliche Mitt, 6, 255.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Posted on Maret 31, 2014, in KATALOG MAZARA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: