alga coklat


ALGA COKLAT (PHAEOPHYCEAE)

 

 

Di Susun Oleh :

M. Arman Ahmad

051609013

 

 

PROGRAM STUDY MANAJEMEN SUMBER DAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2011

 

 

 

Alga Coklat (Phaeophyceae)

 

  • Jenis-jenis alga coklat (Phaeophyceae)

 

  1. Cystoseira sp.     
  2. Dictyopteris sp.
  3. Dictyota bartayresiana Lamouroux     
  4. Hormophysa cuneiformis
  5. Hormophysa triquetra (C. Agardh)
  6. Hydroclathrus clatratus (C. Agardh)
  7. Turbinaria conoides (J. Agardh)  
  8. Turbinaria decurens (Bory)  
  9. Turbinaria murayana  
  10. Turbinaria ornata (Turner) J. Argadh.
  11. Sargassum crassifolium  
  12. Sargassum cristaefolium  
  13. Sargassum duplicatum J.G. Agardh
  14. Sargassum echinocarpum  
  15. Sargassum plagyophyllum (Mertens)
  16. Sargassum polycystum
    Oseng
  17. Padina australis Hauck
  18. Sargassum binderi (Sonder)

 

  1. Cystoseira sp

  • Spesifikasi:

Ciri-ciri umum. Alge tegak, warna coklat, sumbu tegak silindris, ‘daun’ bagian bawah besar seperti pita, bertepi rata, tersusun berhadapan atau agak berseling, vesikula oval atau bulat tersusun berseri, 2-3 deret, ujungnya runcing.

  • Sebaran:

Habitat. Hidup mulai dari zona pasang surut bagian tengah hingga subtidal. Sering ditemukan dalam kolam-kolam besar pasang surut yang berdasar karang. Sebaran. Cosmopolitan di perairan tropis hingga subtropis. Kurang banyak ditemukan di perairan Indonesia.

  • Potensi:

Belum dimanfaatkan

  1. Dictyopteris sp

  • Spesifikasi:

Thallus berbentuk batang silindris dengan daun pipih memanjang serta memiliki tulang tengah daun yang jelas. Pinggir daun bergelombang atau bergerigi dan ujung daun ada yang runcing dan ada pula yang tumpul atau rata.

  • Sebaran:

Tumbuh melekat pada substrat batu daerah pinggir luar rataan terumbu. Sebarannya tidak begitu meluas dan tidak umum dijumpai antara lain terdapat di perairan pantai selatan Jawa, Selat Sunda dan Bali.

  • Potensi:

Belum ada. Dalam literatur Dictyopteris spp. disebutkan dapat berguna sebagai obat anti tumor dan anti mikrobial.

  1. Dictyota bartayresiana Lamouroux

  • Spesifikasi:

Thallus pipih seperti pita mencapai panjang 5 cm dan lebar 2-3 mm, pinggir rata. Percabangan dichotomus dengan ujung meruncing membentuk rumpun yang rimbun sehingga sering merupakan gumpalan. Warna thallus coklat tua. Dictyota crenulata (J.Argadh).

  • Sebaran:

Tumbuh menempel pada batu karang mati di daerah rataan terumbu. Sebarannya tidak begitu luas.

  • Potensi:

Di Indonesia belum ada dan belum diteliti pemanfaatannya.

  1. Hormophysa cuneiformis


  • Spesifikasi:

Ciri-ciri umum. Alge tegak, rimbun, alat pelekat seperti cakram dan rhizoid pendek, bagian pangkal thalli menyerupai tangkai, warna coklat tua. Sepanjang sumbu tegak dan cabang-cabanya, pada kedua sisinya terdapat semacam ‘sayap’ yang bentuknya tidak teratur.

  • Sebaran:

Habitat. Hidup di zona pasang surut bagian tengah hingga subtidal. Menempel pada batu karang. Seringkali membentuk koloni, meski tidak luas. Seringkali berasosiasi dengan Sargassum dan Turbinaria. Sebaran.

  • Potensi:

Manfaat. Dipakai sebagai bahan ekstraksi alginat. Di Filipina dimanfaatkan sebagai kompos. Potensi. Tidak diketahui. Tidak dibudidayakan.

  1. Hormophysa triquetra


  • Spesifikasi:

Thalli tegak berbentuk penampang segitiga (triquetra) permukaan licin warna coklat-kuning atau coklat hijau, membentuk rumpun yang rimbun tinggi dapat mencapai 60 cm. Percabangan tumbuh pada segment-segment thalli secara berseling-seling.

  • Sebaran:

Tumbuh melekat pada batu dengan holdfast yang berbentuk cakram kecil. Populasinya bercampur dengan komunitas Sargassum dan Turbinaria di daerah rataan terumbu karang. Bagi yang belum mengenal tumbuhan jenis ini sering keliru dengan sargassum.

  • Potensi:

Belum dimanfaatkan di Indonesia. Sebagai penghasil alginate fenol dan tannin juga dapat dimakan.

 

  1. Hydroclathrus clatratus


  • Spesifikasi:

Thalli silindris, licin, lunak membentuk rumpun sirkular dengan percabangan yang tersusun seperti jaring (net), menggumpal, warna pirang atau coklat tua.

  • Sebaran:

Tumbuh melekat pada substrat di daerah berbatu atau berpasir di rataan terumbu. Tersebar agak luas di perairan Indonesia.

  • Potensi:

Belum banyak diketahui

  1. Oseng

  • Spesifikasi:

Thalli silindris berduri-duri kecil merapat, holdfast membentuk cakram kecil dengan diatasnya secara karakteristik terdapat perakaran/stolon yang rimbun berekspansi ke segala arah. Batang pendek dengan percabangan utama tumbuh rimbun di bagian ujungnya.

  • Sebaran:

Tumbuh pada substrat batu atau benda keras lainnya, di daerah rataan terumbu Terdapat dengan sebaran yang meluas di perairan Indonesia.

  • Potensi:

Kandungan kimianya antara lain berupa alginate dan yodium (iodin). Belum dimanfaatkan.

  1. Padina australis Hauck

  • Spesifikasi:

Ciri-ciri umum. Bentuk thalli seperti kipas membentuk segment-segment lembaran tipis (lobus) dengan garis-garis berambut radial dan perkampuran di bagian permukaan daun. Warna coklat kekuning-kuningan atau kadang kadang memutih karena terdapat perkapuran.

  • Sebaran:

Habitat. Sebaran. Alge tersebar luas di perairan Pasifik selatan dan perairan Samodera Hindia. Mudah ditemukan di perairan Indonesia.

  • Potensi:

Manfaat. Belum diketahuai. Potensi. Belum diketahui.

  1. Sargassum binderi

  • Spesifikasi:

Batang gepeng (1,5 mm),halus licin, tinggi mencapai sekitar 60 cm, percabangan ‘alternate’ teratur, opposite (Kiri Kanan), cabang utama yang pendek (1-2 cm) di atas holdfast. Daun lonjong, pinggir bergerigi, panjang 5 cm, lebar 1 cm, ujung runcing.

  • Sebaran:

Tumbuh pada substrat batu umumnya di daerah rataan terumbu dekat bagian ujung luar yang terkena gerakan air relatif lebih kuat dan konstant.

  • Potensi:

Belum banyak dimanfaatkan, kandungan kimia sama dengan jenis Sargassum lainnya.

  1. Sargassum cinereum

  • Spesifikasi:

Batang (thalli) silindris, licin, holdfast bentuk cakram. Percabangan alternate (sebelah-menyebelah) tidak teratur dengan interval yang panjang. Daun berbentuk lonjong atau mengapak, pinggir berliku-liku atau bergerigi berukuran kecil, panjang 2,5 cm.

  • Sebaran:

Dikoleksi dari perairan terumbu karang Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Laut Jawa.

  • Potensi:

Belum dimanfaatkan.

  1. Sargassum crassifolium

  • Spesifikasi:

Thalli agak gepeng, licin, tetapi batang utama bulat agak kasar, holdfast cakram menggaruk. Cabang pertama timbul pada bagian pangkal sekitar 1 cm dari holdfast. Percabangan berselang-seling teratur. Daun oval atau memanjang, 40 x 10 mm.

  • Sebaran:

Habitat. Hidup di zona pasang surut bagian tengah hingga subtidal. Menempel pada batu karang atau substrat keras lainnya. Sering membentuk koloni dan berasosiasi dengan kelompok Sargassum dan Turbinaria. Sebaran. Kosmopolitan di perairan tropis.

  • Potensi:

Manfaat. Dipanen bersama kelompok Sargassum lainnya untuk dipakai sebagai bahan ekstraksi alginat. Potensi. Tidak diketahui. Tidak dibudidayakan.

  1. Sargassum cristaefolium

  • Spesifikasi:

Thalli bulat pada batang utama dan agak gepeng pada percabangan, permukaan halus atau licin. Percabangan dichotomous dengan daun bulat lonjong, pinggir bergerigi, tebal dan duplikasi (double edged). Vesicle melekat pada batang daun, bulat telur atau elips.

  1. Sargassum duplicatum

  • Spesifikasi:

Thalli bulat pada batang utama dan agak gepeng pada percabangan, permukaan halus atau licin. Percabangan dichotomous dengan daun bulat lonjong, pinggir bergerigi, tebal dan duplikasi (double edged). Vesicle melekat pada batang daun, bulat telur atau elips.

  • Sebaran:

Tumbuh menempel pada batu di daerah terumbu terutama di bagian pinggir luar rataan terumbu yang sering terkena ombak. Sebaran, pantai Selatan Jawa, Maluku.

  • Potensi:

Belum banyak dimanfaatkan.

  1. Sargassum echinocarpum

  • Spesifikasi:

Batang utama silindris pendek sekitar panjang satu sentimeter dan diameter tiga milimeter, melekat dengan holdfast berbentuk discoidal atau conical. Thalli pada percabangan adalah gepeng atau pipih, licin, berselang-seling teratur, lebar thalli mencapai 4 mm.

  • Sebaran:

Tumbuh pada substrat batu terutama di daerah dekat ujung luar rataan terumbu yang terkena ombak. Sebaran; pantai selatan Jawa, PP. Seribu.

  • Potensi:

Belum banyak dimanfaatkan

  1. Sargassum plagyophyllum

  • Spesifikasi:

Percabangan utama bagian bawah gepeng tetapi agak membulat pada bagian atas. Batang utama agak silindris, pendek sekitar 1,5 cm. Tinggi rumpun dapat mencapai 60 cm. Daun oval sampai lonjong panjang sekitar 4 cm, lebar 1,4 cm, pinggir bergerigi, ujung runcing.

  • Sebaran:

Tumbuh pada substrat batu di daerah rataan terumbu. Sampel diperoleh dari perairan terumbu karang pulau Pari, Kep. Seribu, Laut Jawa.

  • Potensi:

Hampir sama dengan jenis Sargassum lainnya belum dimanfaatkan.

  1. Sargassum polycystum

  • Spesifikasi:

Ciri-ciri umum. Thalli silindris berduri-duri kecil merapat, holdfast membentuk cakram kecil dengan diatasnya secara karakteristik terdapat perakaran/stolon yang rimbun berekspansi ke segala arah. Batang pendek dengan percabangan utama tumbuh rimbun.

  • Sebaran:

Habitat. Sebaran. Alge yang kosmopolitan di daerah tropis hingga subtropics. Bukan merukan alge endemic perairan Indonesia, tetapi banyak ditemukan di perairan nusantara terutama di KTI.

  • Potensi:

Manfaat. Bisa dimanfaatkan sebagai bahan ekstraksi alginat. Manfaat lainnya belum diketahui. Potensi. Belum jelas. Tidak dibudidayakan.

 

  1. Turbinaria conoides


  • Spesifikasi:

Batang silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas percabangan. Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berekspansi radial. Percabangan berputar sekeliling batang utama. daun merupakan kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran.

  • Sebaran:

Umumnya terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu. Tersebar luas di perairan Indonesia. Batang silindris, tegak, kasar terdapat bekas-bekas percabangan. Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berekspansi radial.

  • Potensi:

Algae ini mengandung alginat dan iodin. Potensi Ekspor (ke Jepang)

  1. Turbinaria decurens

  • Spesifikasi:

Ciri-ciri thalli hampir sama dengan jenis lainnya hanya bedanya adalah dalam bentuk daun yang menyerupai kerucut segitiga.

  • Sebaran:

Hampir sama dengan jenis lainnya hanya dalam hal sebaran terutama sebaran lokal terdapat lebih banyak di daerah rataan terumbu bagian luar atau di tempat-tempat yang lebih banyak terkena ombak langsung.

  • Potensi:

Belum banyak dimanfaatkan. Kandungan kimia penting berupa alginat dan iodin.

  1. Turbinaria murayana

Kosong (tak ada keterangan terkait)

 

  1. Turbinaria ornata

  • Spesifikasi:

Perbedaan dengan jenis lainnya, jenis ini memiliki daun yang umumnya seperti corong dengan pinggir bergerigi. Karakteristik jenis ini adalah pinggir daunnya membentuk bibir dengan bagian tengah daun melengkung ke dalam.

  • Sebaran:

Tumbuh tersebar luas di perairan Indonesia terutama di perairan terumbu karang Termasuk jenis algae yang umum di dapat di perairan Indonesia.

  • Potensi:

Belum dimanfaatkan. Kandungan kimianya adalah alginat dan iodin.

 

Tentang Arman Mazara

Tak ada yang sesuatu yag istimewa dalam diriku,, aku hanyalah orang yang ingin selalu membuat orang lain bahagia................. i'll try be the best man in your life,,,,, I do not care what people are talking,, i will always positif thinking. SUCCES. ALL,, kebebasan berfikir dan kebebasan berekspresi yang harus kita perjuangkan.

Posted on November 30, 2012, in KATALOG MAZARA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.094 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: