proses masuknya penyakit pada Ikan lele


PROSES MASUKNYA PENYAKIT PADA IKAN LELE

 

OLEH :

M. ARMAN AHMAD

 


 

PROGRAM STUDY BUDI DAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2012

 

 

KATA PENGANTAR 

Segala puji syukur Penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan, sehingga makalah yang berjudul “Proses Masuknya Penyakit Pada Ikan Lele” ini dapat diselesaikan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dengan segala kemampuan yang terbatas, Penyusun mencoba menguraikan secara lengkap tentang alur masuknya penyakit pada ikan lele. Dan dengan adanya makalah ini, penyusun berharap sedikit membantu para pembaca dan penyusun sendiri dalam memahami apa itu penyakit, bagaimana cara masuknya, dan bagaimana cara mengatasinya. Namun demikian, apabila dalam makalah ini dijumpai kekurangan dan kesalahan baik dalam pengetikan maupun isinya, Saya selaku penyusun dengan senang hati menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, Penyusun menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Parasit dan Penyakit Ikan serta teman-teman angkatan maupun senior fakultas perikanan dan ilmu kelautan yang bersama-sama mewujudkan tercapainya tujuan perkuliahan ini. Semoga makalah yang sederhana ini bermanfaat adanya. Amin yaa rabb.

 
 

Ternate, Oktober 2012

Penyusun

M. Arman Ahmad

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kendala yang sering dihadapi oleh pembudidaya ikan lele adalah serangan hama dan penyakit ikan lele. Kerugian budidaya ikan lele akibat hama biasanya tidak sebesar serangan penyakit. Meskipun demikian kedua-duanya harus mendapat perhatian penuh, sehingga usaha budidaya dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

Pencegahan merupakan tindakan yang paling efektif dibandingkan dengan pengobatan. Dengan padat penebaran yang demikian tinggi pada budidaya intensif, maka serangan penyakit dapat terjadi sewaktu–waktu, bahkan secara ekstrim dapat dikatakan tinggal menunggu waktu.

Monitoring yang ketat dan konsisten merupakan langkah yang harus dikerjakan dalam usaha budidaya yang modern. Monitoring tidak hanya dilakukan pada ikan yang dibudidayakan saja, tetapi juga terhadap kondisi airnya.

Sebelum ikan terkena penyakit biasanya menunjukkan gejala–gejala terlebih dahulu. Gejala–gejala tersebut diantaranya adalah nafsu makan munurun, gerakan menjadi lambat, pengeluaran lendir yang berlebihan dan pada stadium selanjutnya akan terlihat perubahan warna, bahkan mulai ada luka pada tubuh ikan lele .

Semua gejala ini dapat dilihat secara visual. Gejala ini sebenarnya tidak hanya tampak pada ikannya saja, tapi juga kondisi airnya. Air kolam tampak lebih kental atau pekat, akibat pengeluaran lendir yang berlebihan.

Apabila melihat gejala ini, maka harus segera dilakukan langkah pengobatan sebelum penyakitnya menjadi lebih parah. Pengobatan yang lebih dini akan mengurangi jumlah ikan yang mati, bahkan akan menyelamatkan ikan yang dibudidayakan.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Penyakit Yang Menyerang Ikan Lele Serta Proses Kerjanya

Penyakit pada ikan lele cukup beragam dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya. Untuk mengetahui jenis penyakit apa yang menimpa ikan lele peliharaan kita, bisa dilihat dari gejala-gejala luar ikan lele. Meski lele termasuk ikan yang tahan hidup dalam air yang berkualitas buruk, tetapi sanitasi air memegang peranan penting dalam menunjang kesehatan lele.

Penyakit pada ikan lele biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat parasit yang hidup pada tubuh ikan lele, mikroorganisme ini biasanya berupa virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. Beberapa penyebab penyakit pada ikan lele antara lain:

  1. Penyakit karena Bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla
  • Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron.
  • Gejala Lele Terserang Bakteri ini : warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.
  • Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik.
  • Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.

     

  1. Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum
  • Gejalanya: tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip.
  • Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.
  • Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.

     

  1. Penyakit karena Jamur/Cendawan Saprolegnia.
  • Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.
  • Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.
  • Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.

     

  1. Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)
  • Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.
  • Gejala:
    • ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air;
    • terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang.
    • ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.
  • Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.
  • Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.

     

  1. Penyakit cacing Trematoda
  • Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.
  • Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.
  • Pengendalian:
    • direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit;
    • Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam;
    • menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit;
    • memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit;
    • dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit.

       

  1. Parasit Hirudinae
  • Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.
  • Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah.
  • Pengendalian: Selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm. Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah.

Penyakit yang menimpa ikan lele biasanya terjadi karena lingkungan air yang tidak baik, misalnya tercemar oleh zat-zat berbahaya, kepadatan tebar yang terlalu besar dan perubahan suhu yang drastis. Pada kondisi demikian daya tahan ikan lele menurun dan mudah terserang penyakit. Penyakit pada lele bisa juga berasal dari bibit lele sudah membawa penyakit dari asalnya, hanya belum menunjukkan gejala sakit saat ditebar. Untuk itu perlu berhati-hati dalam memilih bibit lele. Cara lain mengatasi penyakit ikan lele adalah mengkarantina ikan lele sakit pada kolam karantina yang diberi garam ikan, selain dengan pengobatan-pengobatan tersebut.

About Arman Mazara

Tak ada yang sesuatu yag istimewa dalam diriku,, aku hanyalah orang yang ingin selalu membuat orang lain bahagia................. i'll try be the best man in your life,,,,, I do not care what people are talking,, i will always positif thinking. SUCCES. ALL,, kebebasan berfikir dan kebebasan berekspresi yang harus kita perjuangkan.

Posted on Oktober 9, 2012, in KATALOG MAZARA. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Appreciate you sharing, great blog.Really looking forward to read more. Much obliged.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: