Artikel Menabung


ARTIKEL

 

    

“PEMBANGUNAN EKONOMI MASYARAKAT DENGAN MENINGKATKAN BUDAYA MENABUNG”

 

 

 

DI SUSUN OLEH :

 

NAMA : M.ARMAN AHMAD

PRODY          : M S P (MANAJEMEN SUMBER DAYA PERAIRAN)

ALAMAT         : KEL. GAMBESI

CONTAC PERSON :

 

 

 

 

 

 

 

 

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sifat suka menabung adalah putri dari sikap hati-hati, saudara dari sikap tahu batas dan ibu dari kebebasan

(Samuel Simon)

 

 

 

menabung adalah jalan tengah antara pelit dan menghamburkan uang

(Theodor Heuss)

 

 

 

 

PEMBANGUNAN EKONOMI MASYARAKAT DENGAN MENINGKATKAN BUDAYA MENABUNG

 

Merupakan suatu kenyataan bahwa uang yang berlebihan merusak masa depan, terutama para generasi muda, olehnya itu di gambarkan oleh pepatah lama `muda hanya mempunyai satu keuntungan dan keuntungan itu cepat lewat`. itu mengajarkan kepada para pemuda untuk tidak membuang kesempatan percuma saat tenaga itu masih ada, dan saat pikiran anda masih segar, giatkanlah menabung karena orang yang gemar menabung adalah orang yang percaya pada diri sendiri. Lagi pula kalau gemar menabung, tua pasti beruntung (Radius Prawiro).

 

 

Di negara Republik Indonesia yang menganut sistem demokrasi seperti sekarang ini, tidak ada batasan bagi segenap warga negaranya untuk mengumpulkan kekayaan ataupun harta benda sebanyak mungkin, asalkan selama ia tidak merugikan orang lain dan negaranya, itu masih di anggap boleh-boleh saja.

Namun, sebagai negara yang masih dalam tahap berkembang di mana masih banyak saudara-saudara kita yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, kita sebagai warga indonesia yang baik haruslah membantunya secara moral maupun material. Sikap suka menolong dan tidaklah boros adalah sikap asli dari seorang Indonesianis sejati, seperti apa yang suka di ajarkan oleh orang-orang terdahulu para nenek moyang bangsa ini, dan ini merupakan wujud dari rasa kebersamaaan untuk mencapai suatu komunitas masyarakat adil dan makmur seperti yang telah di cita-citakan dalam UUD dan Pancasila.

Pada krisis ekonomi globalisasi seperti sekarang ini, kebutuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat, sementara itu nilai konsumtif dari masyarakat itu sendiri tidaklah sebanding dengan sumber pendapatan yang di terima. Sehingga, beban hidup terasa melonjak di tambah dengan sulitnya mencari pekerjaan merupakan sikap hidup yang amatlah dekat dengan pengangguran, kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat menghadapi arus jaman. Sehingga tidaklah mengherankan jika gaya hidup masyarakat sekarang ini merupakan penerapan dari gaya hidup tinggi yang sebenarnya malah banyak merugikan mereka, budaya ini sesungguhnya telah lari jauh dari sikap budaya luhur yang di contohkan oleh orang-orang terdahulu bangsa ini.

Sikap bangsa indonesia selalu di landasi dengan sikap kekeluargaan dan kegotong-royongan. Inilah sikap hidup yang membedakan kita dengan bangsa-bangsa barat di mana sikap hidupnya yang mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain. Sikap kekeluargaan ini telah tercantum dalam pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “perekonomian di susun berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Oleh sebab itu, dalam perekonomian rakyat harus memegang peranan untuk aktif dalam menjalankan roda-roda perekonomian, sedangkan pemerintah hanya membantu,membimbing dan mengarahkan ke sasaran yang di kehendaki oleh rakyat.

Melalui uraian singkat di atas, seharusnya kita sebagai masyarakat indonesia patutlah untuk membangun perekonomian masyarakat kita dengan meningkatkan budaya menabung dan sikap gotong-royong. Karena kita memang telah terlahir untuk melanjutkan apa yang sesuai dengan budaya kita, dengan jiwa kita, bukan malah mengcopy paste budaya yang bukan dari budaya kita, yaitu menghambur-hamburkan uang atau kekayaan untuk bergaya hidup mewah yang memang jelas-jelas bukan budaya kita. Ada pepatah lama berkata kemajuan sikap mental kita sebagai manusia artinya bangkitnya kesadaran dan gairah menabung, yang tentu juga mendorong sikap hemat, tidak menghamburkan uang untuk tujuan kurang perlu”.

Istilah menabung untuk membantu perekonomian masyarakat bukanlah istilah yang baru-baru ini kita dengar, tapi telah jauh sebelum itu telah di ingat-ingatkan oleh para orang tua kita. Bahkan pada saat orde baru berdiri, menabung dengan cara berhemat dan menjauhkan diri dari sikap hidup boros serta bermewah-mewahan di galakkan. Bahkan masuk dalam pelajaran-pelajaran moral sejak kecil yang sudah mulai di tanamkan, seperti sepenggal kata dari sang presiden ORBA : Soeharto
“sungguh, kebiasaan berhemat dan menabung adalah sikap hidup manusia pembangunan”.artinya adalah jika kita memang menginginkan pembangunan perekonomian masyarakat maka budayakanlah menabung sejak usia dini.

Ada beberapa faktor penting yang perlu di perhatikan dalam upaya menggalakkan budaya menabung ini, pertama : faktor teknis. Faktor teknis menjadi penting jika sarana dan prasarana untuk menabung bagi setiap masyarakat itu tersedia dengan baik dan terjamin keamanannya. Kedua : faktor finansial. Yaitu seberapa besar minat dan benda yang akan di tabungnya tergantung dari tingkat ekonomi si penabung itu sendiri, apalagi di jaman yang penuh dengan kemiskinan dan pengangguran yang `terbuang-buang`. Ketiga : faktor politik atau kebijakan. Para leadership memegang peranan penting di sini karena sebagai pembuat atau pelaksana sistem dan kebijakan, serta kelembagaan dan prosedur atau mekanisme kerjanya, haruslah bersikap adil dan profesional yang terbebas dari istilah gaul KKN. Agar keyakinan atau kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak luntur.

“Mencari banyak uang memerlukan keberanian. Menyimpan uang memerlukan keberanian tertentu. Dan mengeluarkan uang secara bijaksana merupakan suatu seni” begitulah sepatah kata petuah dari
Berthold Auerbach.
sebenarnya kita sebagai manusia sosial memang takkanlah terlepas dari kebutuhan untuk mencari uang, namun di sisi lain agenda untuk menyimpan atau mengeluarkannyapun tidak menjadi hal yang di nomer duakan, karena hanya orang bijak yang bisa menggunakan uang itu sebagai suatu seni dan itu sudah sangat jarang terjadi. Yang kita lihat saat ini adalah motto masyarakat menjadi “ada uang di hamburkan, tak ada uang di cari”. Sungguh ini suatu pemikiran yang salah kaprah, disaat terjepit kita laksana buaya lapar yang siap makan apa saja, namun di saat harta benda itu ada kita selalu berfikir bak sang raja yang ingin menghamburkan uangnya secara Cuma-Cuma (boros). apalagi kita sebagai umat beragama yang kesemua perilaku kita di tuliskan dalam Al-Kitab haruslah menjadi panutan, saya mengambil contoh pada agama islam yang tercantum dalam Al-qur`an
Surah Al-Isra ayat 27 “sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Di maluku utara yang merupakan salah satu provinsi baru, sedang gencar-gencarnya di adakan kegiatan pembangunan yang berorientasi pada perbaikan fasilitas-fasilitas pelayanan umum, sendi-sendi birokrasi, serta pemberdayaan masyarakat. Nah untuk konteks pembangunan ekonomi maluku utara, sinergitas kebijakan antar kabupaten yang ada dapat menunjang terjadinya colective economic development. Pertama; tentunya rasa egoisme antar daerah harus di hilangkan dulu, semangat yang ada adalah semangat “kita” bukan “saya”, karena semangat “kita” ini merupakan dasar dalam bekerja sama secara kolektif dalam bentuk etos kerja yang tinggi. Kedua; dalam menetapkan sasaran prioritas pembangunan haruslah fokus dan konsisten. Tidak berubah-ubah di tengah jalan. Maka di pastikan dunia investasi akan tumbuh dan bergairah di bumi Kie Raha ini, sehingga masalah pengangguran dan kemiskinan dapat teratasi dengan cepat. Demikian pula masalah-masalah pembangunan ekonomi masyarakat bisa teratasi dengan baik.

Kecenderungan dan tantangan yang akan di hadapi pada era globalisasi saat ini menuntut di bangunnya sumber daya berkualitas, yaitu sumber daya manusia yang mempunyai daya tembus dan daya tangkal yang kuat karena kemampuan iptek yang andal, keimanan dan ketaqwaan yang kokoh, etos kerja, daya juang yang tinggi, penggalakan budaya menabung, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan yang tinggi pula.

Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa yang hanya mengandalkan sumber daya alamnya saja tanpa meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, tidak akan pernah menjadi bangsa yang besar. Sebaliknya negara yang sumber daya alamnya terbatas tetapi mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dapat menjadi negara maju dan mandiri. Oleh karenanya, peningkatan kualitas sumber daya manusia di lakukan melalui pendidikan. Bukan hanya pendidikan dalam arti sempit sekolah, tetapi juga dalam arti yang luas mencakup pendidikan dalam keluarga dan masyarakat, karena pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pembudayaan sikap, watak, dan perilaku yang berlangsung sejak dini, bahkan sejak manusia sejak masih dalam rahim seorang ibu. Melalui pendidikan sebagai proses budaya akan tumbuh dan berkembang nilai-nilai dasar yang harus di miliki oleh setiap manusia seperti keimanan dan ketakwaan, akhlak, disiplin, dan etos kerja serta nilai-nilai instrumental seperti penguasaan iptek dan kemampuan berkomunikasi yang merupakan unsur pembentuk kemajuan dan kemandirian bangsa.

Banyak usaha-usaha yang di lakukan pemerintah dalam membangun perekonomian masyarakat saat ini, demikian pula seperti penggalakkan budaya menabung. namun ketidakberlanjutan pemerintah dalam fokus pada suatu bidang tertentu menyebabkan proses tersebut tidak berjalan dengan baik, artinya bahwa kecenderungan para pemimpin elit birokrasi negeri ini hanya berjalan karena duit, ada sebuah petuah lama berkata `siapa yang tidak punya duit selalu ingat duit. Mereka yang punya duit, selalu juga ingat duit`. Nah inilah yang menjadi kendala bagi kita untuk membangun ekonomi masyarakat dengan meningkatkan budaya menabung, jika elit birokrasi tidak menciptakan good governance yang adil, bersih dari KKN serta meningkatkan peran serta masyarakat.

 

Konsep Pembangunan Manusia

 

Tujuan dasar pembangunan ialah memperbesar spektrum pilihan manusia. Pada dasarnya, pilihan-pilihan ini tidak terbatas dan senantiasa berubah. Manusia sering menghargai raihan-raihan yang tidak tampak dalam angka-angka pendapatan dan pertumbuhan ekonomi: akses yang lebih besar terhadap pengetahuan, nutrisi dan jasa kesehatan yang lebih baik, kehidupan yang lebih terjamin, jaminan yang lebih besar bagi keamanan terhadap kriminalitas dan kekerasan, pemanfaatan waktu senggang serta kebebasan politik dan budaya serta ikut dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. Sasaran pembangunan adalah menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan manusia menikmati kehidupan yang sehat dan kreatif (Mahbud ul Haq, 1995).

Mahbud ul Haq (1995) melihat adanya empat komponen utama dalam paradigma pembangunan manusia, yaitu pemerataan atau kesetaraan (equity), berkelanjutan, produktifitas dan pemberdayaan. Setiap komponen ini harus di pahami dalam perspektifnya yang benar karena komponen-komponen ini menyebabkan faktor utama dalam membangun jiwa-jiwa menabung di masyarakat. Berikut penjelasan dari empat komponen tersebut:

 

  1. Pemerataan (Equity)

    Pemerataan atau kesetaraan perlu di ketengahkan untuk memungkinkan semua manusia (tidak hanya mereka yang berada, tetapi mereka juga yang miskin) mempunyai akses yang sama ke berbagai kesempatan untuk memperbesar pilihan-pilihan mereka. Pembangunan yang tidak di sertai dengan pemerataan atau kesetaraan berarti telah melakukan pembatasan bagi sejumlah besar manusia dalam masyarakat untuk melakukan pilihan mereka. Ketidakadaan pemerataan atau kesetaraan itu dapat mengurangi hak bagi bagian-bagian besra mastarakat untuk membuat pilihan.

     

  2. Pembangunan Berkelanjutan

    Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu proses. Dalam proses itu, eksploitasi sumber daya alam, tujuan investasi, orientasi pengembangan teknologi, dan perubahan institusional, semuanya ini harus berkembang secara serasi dan memperbesar potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia (World Comission on Environtment, 1987).

 

  1. Produktivitas

    Suatu bagian penting dari paradigma pembangunan manusia ialah produktivitas yang optimal melalui investasi dalam membangun manusia dan pembangunan makro-ekonomi yang memungkinkan manusia meraih potensi optimalnya. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi merupakan aspek yang penting dalam model pembangunan manusia, dan untuk mencapai pada pertumbuhan ekonomi yang di cita-citakan tersebut, suatu negara harus mampumeningkatkan tingkat tabungan (savings rate) dan efisiensi dalam penggunaan kapital dalam menghasilkan output.

 

  1. Pemberdayaan

    Sebagai suatu konsep yang komprehensif, pemberdayaan berarti bahwa manusia bebas menentukan pilihan-pilihannya sendiri. Secara politis, pemberdayaan berarti bahwa negara memungkinkan warganya menentukan sendiri putusan-putusan tentang hidupnya, secara demokratis, tanpa ada paksaan dari luar. Secara ekonomis, hal ini berarti suatu sistem ekonomi yang terbuka, yang memungkinkan warganya membuat pilihan-pilihan bebas dengan pengendalian dan peraturan-peraturan yang seperlunya. Pemberdayaan berarti desentralisasi kekuasaan sehingga governance yang sebenarnya di miliki oleh setiap warga negara dalam kadar yang sama.

 

Dengan sendirinya, paradigma pembangunan manusia yang di kemukakan di sini lebih luas sifatnya karena mencakupi segala dimensi pembangunan, apakah itu dimensi pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, defisit anggaran, kebijakan fiskal, tabungan (saving), investasi atau teknologi, jasa sosial dasar, ataukah jaringan-jaringan keselamatan bagi kelompok miskin masyarakat.

 

Meningkatkan Budaya Menabung

 

“kuda sumbawa ini untukmu, ikal….”

“dan kuda sadel untukmu. Arai……..”

“dari dulu tabungan itu memang ku siapkan untuk kalian…..”

Demikian beberapa bait kata yang di katakan jimbron kepada ikal dan arai dalam novel kedua `sang pemimpi` karya Andrea Hirata (hal 217-218). Di ceritakan ia memberikan dua kuda tabungan kesayangan miliknya untuk ia berikan kepada ikal dan arai, saat akan merantau ke jakarta. ia berharap bahwa, harapan agung mereka dalam statement yang sangat ambisius: yaitu sekolah di prancis! Ingin menginjakkan kaki di altar suci almamater sorbonne, ingin menjelajah Eropa sampai ke Afrika bisa tercapai. Meski pada akhirnya hanya ikal dan arai yang berhasil mencapainya, namun jimbron tetap menjadi orang yang merasa berharga dengan sedikit membantu dua sahabatnya mencapai altar suci tersebut. walaupun tak besar memang, tapi prinsip hidupnya “sesen demi sesen kalau di tumpuk akan jadi banyak” (Clarke)

Memang itu hanya sekilas gambaran, tapi itu memang benar tentang realita kehidupan Book of Common Prayer mengatakan “: jangan sombongkan masa depanmu sebab tidak ada yang tahu apa yang di tawarkan hari esok”, artinya bahwa saat kita menyombongkan harta ataupun uang kita pada hari ini tanpa menabung, sebenarnya kita telah menggali kuburan yang besar di masa tua nanti, menabung bukan berarti dalam arti sempit hanya menyisihkan sebagian uang kita untuk masa tua, tapi lebih dari pada itu ialah sebagai modal investasi kelak pada masa depan nanti, menurut pepatah lama berkata ` suatu generasi pergi, dan generasi lain datang tapi bumi ada terus`.

Memang sulit saat sekarang ini, untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berjiwa menabung di indonesia, yang di maksudkan untuk mempercepat upaya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun juga untuk menghasilkan ekonomi yang berkelanjutan. Ini di sebabkan oleh tidak adanya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan lingkungan. Jika sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan lingkungan itu banyak, sudah barang tentu perekonomian nasional akan mudah mengikuti keinginan pasar yang bergerak secara dinamis dan sekaligus mampu mengurangi keterbatasan sumber daya alam yang tersedia.

Untuk mencapai hal tersebut, perhatian utama harus di berikan pada pengembangan kualitas pendidikan nasional dan pembentukan lingkungan yang mendukung perkembangan teknologi. Menurut Krause (1989), ada lima keuntungan yang dapat di harapkan sebagai hasil dari investasi pendidikan yang dapat memperbaiki lingkungan bagi perkembangan teknologi: (1). Memperbaiki kualitas tenaga kerja; (2). Memperbaiki mobilitas tenaga kerja; (3). Memperbesar kemampuan wiraswasta; (4). Memperbaiki keresponsifan pendudukterhadap perekonomian, dan (5). Meningkatkan partisipasi tenaga kerja (terutama wanita). Sedangkan perbaikan lingkungan bagi perkembangan teknologi dapat memfasilitasi empat perkembangan teknologi, yaitu (1). Learning by doing, (2). Learning by adapting, (3). Learning by design, dan (4). Learning by innovation.

Dari uraian tersebut di atas, terlihat jelas bahwa pemikiran pembangunan ekonomi yang di dasari pada tingkat menabung semata tidak akan berhasil, tanpa dukungan akumulasi modal sumber daya manusia dan teknologi serta pelestarian lingkungan sumber daya alam yang di miliki suatu negara. Oleh karena itu, orientasi pembangunan ekonomi nasional yang akan datang tidak boleh tidak harus menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang mandiri melalui pengembangan sumber daya manusia yang berwawasan lingkungan agar kita tidak tergilas oleh roda globalisasi.

 

Menggalakkan Hidup Sederhana

 

AL-QUR`AN
Surat Al-Furq`an ayat 67 ” Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar”

 

    kesederhanaan yang saya maksudkan bukanlah kemelaratan. Kesederhanaan yang saya maksudkan ialah sifat yang perlu di indahkan dalam kehidupan sehari-hari dan di dalam pekerjaan menjadi kemewahan dan kelebihan-kelebihan secara material. Orang sudah sewajarnya hidup dengan cukup, akan tetapi tidak perlu dengan mewah (Sultan Hamengkubuwono IX), kata “sederhana” merupakan kata yang jarang sekali di soroti, tapi ini menjadi penting bagi penulis tatkala kita hidup di jaman yang penuh dengan arus globalisasi yang serba bayar, bahkan kencingpun bayar begitulah ucap orang-orang awam. Ini menjadi pukulan berat apalagi di tambah dengan sulitnya mencari pekerjaan, kalaupun ada dapat di pastikan upah yang di terima takkanlah sanggup untuk membiayai kehidup sehari-hari.

Sementara itu, telah berkembang paradigma baru dalam penanganan kemiskinan. Kalau sebelumnya penanganan kemiskinan lebih banyak bertumpu pada pemberdayaan ekonomi, maka sekarang tekanan di berikan kepada pemberdayaan non-ekonomi. Hal ini di dasarkan atas pemikiran bahwa masyarakat miskin tidak dapat secara efektif di berdayakan kemampuan ekonominya jikalau tidak terlebih dahulu ataupun bersamaan di tingkatkan keberdayaan non-ekonominya, dalam hal ini hak-haknya dalam mengakses berbagai sumber daya ekonomi. Hal ini tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah 2004-2009 yang mengatakan bahwa kemiskinan di definisikan sebagai “kondisi di mana seseorang atau kelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Definisi ini beranjak dari pendekatan berbasis hak yang mengakui bahwa masyarakat miskin mempunyai hak-hak dasar yang sama dengan anggota masyarakat lainnya. kemiskinan tidak lagi di pahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat”.

About Arman Mazara

Tak ada yang sesuatu yag istimewa dalam diriku,, aku hanyalah orang yang ingin selalu membuat orang lain bahagia................. i'll try be the best man in your life,,,,, I do not care what people are talking,, i will always positif thinking. SUCCES. ALL,, kebebasan berfikir dan kebebasan berekspresi yang harus kita perjuangkan.

Posted on Juni 16, 2012, in KATALOG MAZARA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: