Air Sungai


Tugas Makalah

AIR SUNGAI

 


 

 

 

 

 

 

OLEH :

M. ARMAN AHMAD (Mazara Aurora)

051609013

KELOMPOK :

MSP ( MANAJEMEN SUMBER DAYA PERAIRAN)

 

 

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2011

 

KATA PENGANTAR

Laksana seluruh jagad raya yang selalu menyebarkan puja dan pujian kehadirat sang Ilahi. Maka tak luputpun syukur yang tak terkira kami ucapkan atas keridhaan sang Ilahi tersebut. Karena memang selesainya makalah ini tak lepas dari campur tangan-Nya.

Memang sangat kami sadari paparan – paparan yang telah terlampir tidaklah lengkap seperti yang di harapkan. Tapi bagi kami ini telah cukup luas guna memperkaya wawasan imajinasi kami tuk terus berkarya untuk fakultas perikanan dan ilmu kelautan Unkhair, khususnya program study MSP. Layaknya konsep yang kami usung, maka makalah ini juga merupakan sebuah penegasan akan arti penting sungai di dunia perikanan. Ini tidak bisa di pungkiri lagi, sebab organisme air tawarpun hidup air sungai. Dan terutama juga kami prody MSP yang konsen dalam menyoroti dunia perairan, baik air tawar ataupun air laut, akan dengan lapang dalam mempelajari mata kuliah limnologi ini.

Di akhir paragraph ini kami segenap kelompok MSP, menyadari secara penuh bahwa masih banyak sekali kekurangan di sana – sini. Olehnya itu, kritik dan saran yang bersifat membangun kami terima dengan dada yang lapang.

 

Terima Kasih…………………

 

Penyusun

 

Kelompok

MSP (Manajemen Sumber Daya Perairan)

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I : PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

BAB II : PEMBAHASAN

BAB III: PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang


    Sungai merupakan jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain. Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai.     Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sundai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan,embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertantu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.

Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS). Ditinjau dari konsep ekohidrologi pada kesepakatan dunia pada KTT Bumi (Earth Summit) di Johannesburg pada September 2002 sodetan sungai (river diversion) digolongkan sebagai pembangunan berkelanjutan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Proses Terjadinya Sungai

Air yang berada di permukaan daratan, baik air hujan, mata air, maupun cairan gletser, akan mengalir melalui sebuah saluran menuju tempat yang lebih rendah. Mula-mula saluran yang dilalui ini relatif sempit dan pendek. Namun, secara proses alamiah aliran ini mengikis daerah-daerah yang dilaluinya. Akibatnya, saluran ini semakin lama semakin lebar dan panjang, dan terbentuklah sungai.

2.2 Proses Perkembangan Sungai

Perkembangan suatu lembah sungai menunjukkan umur dari sungai tersebut. Umur di sini merupakan umur relatif berdasarkan ketampakan bentuk lembah tersebut yang terjadi dalam beberapa tingkat (stadium).

  1. Pada stadium muda pembentukan lembah mulai terjadi dengan tanda-tanda sebagai berikut.
  • Penampang melintang dari lembah berbentuk V, hal ini disebabkan karena daya kikis vertikal yang kuat karena gradien masih besar.
  • Sungai masih banyak mempunyai erosi basis sementara.
  • Memiliki daya angkut aliran air yang terbesar.
  • Lebar bagian bawah lembah sama dengan lebar saluran sungai.
  • Dasar lembah masih belum merata.

     

  1. Pada stadium dewasa lembah sungai akan memiliki ciri sebagai berikut.
  • Gradien sungai menjadi lebih kecil.
  • Erosi yang berperan penting adalah erosi lateral, sedangkan erosi vertikal praktis sudah tidak terjadi.
  • Pada bagian akhir stadium dewasa sungai sudah mengalami pendataran dasar sungai.
  • Lembah sungai berbentuk U melebar, yang ukuran lebarnya melebihi dalamnya sungai.
  • Pada dasar lembah terdapat dataran banjir (flood plain) dan terdapat kelokan-kelokan sungai (meander).
  • Sudah tidak terdapat erosi dasar sungai, karena dasar lembah sungai sudah merata.

     

  1. Pada stadium tua sungai memilik ciri-ciri sebagai berikut.
  • Gradien sungai sudah menjadi kecil.
  • Erosi yang berperan adalah erosi lateral dan lembah sungai berbentuk U melebar.
  • Terbentuk dataran banjir.

2.3 Bagian-Bagian Aliran Sungai

Daerah tempat sumber air sungai mengalir disebut juga daerah hulu sungai. Berdasarkan ciri yang tampak, aliran sebuah sungai terbagi atas tiga bagian. Yaitu bagian hulu, bagian tengah, dan bagian hilir atau muara.

  1. Hulu Sungai

Adapun ciri-ciri bagian hulu sungai adalah sebagai berikut.

  1. Arus sungai deras.
  2. Arus erosi ke dasar sungai besar (erosi vetikal).
  3. Lembah sungai curam.
  4. Lembah sungai berbentuk V.
  5. Tidak terjadi pengendapan hasil erosi.
  6. Banyak ditemukan air terjun.
  1. Tengah Sungai

Adapun ciri-ciri bagian tengah sungai adalah sebagai berikut.

  1. Jarang dijumpai air terjun.
  2. Kecepatan aliran sungai mulai berkurang.
  3. Mulai terjadi proses pengendapan material yang dibawa oleh air sungai.
  4. Selain terjadi erosi ke bawah juga terjadi erosi ke samping (erosi horizontal)

     

  1. Hilir atau Muara

Adapun ciri-ciri bagian hilir atau muara sungai adalah sebagai berikut.

  1. Kecepatan sungai mulai lambat.
  2. Proses pengendapan sangat intensif.
  3. Dibagia muara sungai sering disebut delta.

2.4 Jenis-jenis Sungai

Ada beberapa macam jenis sungai, antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Jenis-Jenis Sungai Berdasarkan Sumber Airnya

     

  2. Sungai hujan

Sungai hujan adalah sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan yang berkumpul membuat suatu aliran besar. Sungai-sungai yang ada di Indonesia umumnya adalah termasuk ke dalam jenis sungai hujan.

  1. Sungai gletsyer

Sungai gletsyer merupakan sungai yang sumber airnya berasal dari pencairan gletsyer (es). Sungai ini terjadi di daerah yang memiliki pengunungan-pegunungan tinggi, seperti pegunungan Himalaya atau pegunungan Alpen (Swiss). Di Indonesia, sungai gletsyer terdapat di Irian Jaya, yaitu di hulu sungai Membrano.

  1. Sungai campuran

Sungai campuran adalah sungai di mana air sungai itu adalah pencampuran antara air hujan dengan air salju yang mencair. Contoh sungai campuran adalah sungai digul di pulau papua / irian jaya.

  1. Jenis-Jenis Sungai Berdasarkan Kekekalan Airnya

Berdasarkan kekekalan airnya, sungai dibagi menjadi dua yaitu sungai episodik dan sungai periodik.

  1. Sungai Episodik

Sungai episodik adalah sungai yang mengalir sepanjang tahun dengan debit air yang stabil. Jenis sungai ini cocok digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.

  1. Sungai Periodik

Sungai periodik adalah sungai yang debit airnya tinggi pada musim hujan dan rendah pada musim kemarau.

  1. Jenis-Jenis Sungai Berdasarkan Arah Alirannya

Adapun jenis-jenis sungai berdasarkan arah alirannya adalah sebagai berikut.

  1. Sungai konsekuen, yaitu sungai yang alirannya searah dengan lereng.
  2. Sungai inkonsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya tidak teratur.
  3. Sungai subsekuen, adalah sungai yang alirannya tegak lurus terhadap sungai konsekuen.
  4. Sungai obsekuen, yaitu anak sungai dari sungai subsekuen yang anak alirannya berlawanan dengan arah sungai konsekuen.
  5. Sungai resekuen, yaitu anak sungai subsekuen yang arah alirannya sejajar dengan sungai konsekuen.
  6. Jenis Sungai Menurut Jumlah Airnya

Sungai menurut jumlah airnya dibedakan :

  1. sungai permanen – yaitu sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera.
  2. sungai periodik – yaitu sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur.
  3. sungai intermittent atau sungai episodik – yaitu sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba.
  4. sungai ephemeral – yaitu sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.
  5. Jenis Sungai Menurut Genetiknya

Sungai menurut genetiknya dibedakan :

  1. sungai konsekwen yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan kemiringan lereng
  2. sungai subsekwen yaitu sungai yang aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekwen
  3. sungai obsekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya berlawanan arah dengan sungai konsekwen
  4. sungai insekwen yaitu sungai yang alirannya tidak teratur atau terikat oleh lereng daratan
  5. sungai resekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya searah dengan sungai konsekwen

 

 

2.5 Manajemen Sungai

    Sungai seringkali dikendalikan atau dikontrol supaya lebih bermanfaat atau mengurangi dampak negatifnya terhadap kegiatan manusia.

  1. Bendung dan Bendungan dibangun untuk mengontrol aliran, menyimpan air atau menghasilkan energi.
  2. Tanggul dibuat untuk mencegah sungai mengalir melampaui batas dataran banjirnya.
  3. Kanal-kanal dibuat untuk menghubungkan sungai-sungai untuk mentransfer air maupun navigasi
  4. Badan sungai dapat dimodifikasi untuk meningkatkan navigasi atau diluruskan untuk meningkatkan rerata aliran.

    Manajemen sungai merupakan aktivitas yang berkelanjutan karena sungai cenderung untuk mengulangi kembali modifikasi buatan manusia. Saluran yang dikeruk akan kembali mendangkal, mekanisme pintu air akan memburuk seiring waktu berjalan, tanggul-tanggul dan bendungan sangat mungkin mengalami rembesan atau kegagalan yang dahsyat akibatnya.     Keuntungan yang dicari dalam manajemen sungai seringkali “impas” bila dibandingkan dengan biaya-biaya sosial ekonomis yang dikeluarkan dalam mitigasi efek buruk dari manajemen yang bersangkutan. Sebagai contoh, di beberapa bagian negara berkembang, sungai telah dikungkung dalam kanal-kanal sehingga dataran banjir yang datar dapat bebas dan dikembangkan. Banjir dapat menggenangi pola pembangunan tersebut sehingga dibutuhkan biaya tinggi dan seringkali makan korban jiwa.

    Banyak sungai kini semakin dikembangkan sebagai wahana konservasi habitat, karena sungai termasuk penting untuk berbagai tanaman air, ikan-ikan yang bermigrasi, menetap, dan budidaya tambak, burung-burung, serta beberapa jenis mamalia.

2.6 Siklus Hidrologi Terjadinya Sungai

Jumlah air di permukaan bumi relatif tetap, hal ini dikarenakan air senantiasa bergerak dalam suatu lingkungan peredaran yang dinamakan siklus (daur). Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus menerus.
Siklus hidrologi terdiri dari :

1. Siklus Pendek (Kecil)

2. Siklus Sedang

3. Siklus Panjang (Besar)

namun berhubung siklus pendek tak berhubungan secara langsung dengan proses terbentuknya sungai maka tidak di paparkan

  • Siklus Sedang

Siklus sedang adalah proses peredaran atau daur ulang air dengan urutan sebagai berikut :

1. Penguapan air laut

2. Kondensasi

3. Angin menggerakkan uap air menuju daratan

4. Pembentukan awan

5. Turun hujan di daerah daratan

6. Air hujan akan mengalir kembali ke laut melalui sungai

  • Siklus Panjang

Siklus panjang adalah proses peredaran atau daur ulang air dengan urutan sebagai berikut :

1. Penguapan

2. Sublimasi

3. Terbentuk awan yang mengandung kristal es

4. Angin menggerakan kristal es ke daratan

5. Turun hujan es ( hujan salju)

6. Pembentukan gletser

7. Gletser yang mencair membentuk aliran sungai

8. Air sungai mengalir menuju daratan.


 

About Arman Mazara

Tak ada yang sesuatu yag istimewa dalam diriku,, aku hanyalah orang yang ingin selalu membuat orang lain bahagia................. i'll try be the best man in your life,,,,, I do not care what people are talking,, i will always positif thinking. SUCCES. ALL,, kebebasan berfikir dan kebebasan berekspresi yang harus kita perjuangkan.

Posted on Juni 16, 2012, in KATALOG MAZARA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: