STUDY KASUS POTENSI DAN PERMASALAHAN BUDIDAYA IKAN NILA DI DANAU LAGUNA


Tugas Makalah

STUDY KASUS POTENSI DAN PERMASALAHAN

BUDIDAYA IKAN NILA DI DANAU LAGUNA

 

 

 

 

 

DI SUSUN OLEH :

 

M. ARMAN AHMAD (Mazara Aurora)

051609013

 

 

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2011

 

 

KATA PENGANTAR

Laksana seluruh jagad raya yang selalu menyebarkan puja dan pujian kehadirat sang Ilahi. Maka tak luputpun syukur yang tak terkira kami ucapkan atas keridhaan sang Ilahi tersebut. Karena memang selesainya makalah ini tak lepas dari campur tangan-Nya.

Memang sangat kami sadari paparan – paparan yang telah terlampir tidaklah lengkap seperti yang di harapkan. Tapi bagi kami ini telah cukup luas guna memperkaya wawasan imajinasi kami tuk berwirausaha di bidang budidaya. Layaknya konsep yang kami usung, maka makalah ini juga merupakan sebuah penegasan akan arti penting budidaya dalam kewirausahaan di bidang perikanan. Ini tidak bisa di pungkiri lagi. Sebab prospek kedepannya sangatlah menggiurkan.hingga tak heran jika orang mulai berbondong – bondong menggelutinya. Namun maraknya orang melakukan budidaya tak lantas serta merta memuluskan kegiatan tersebut. Karena kenyataannya banyak sekali kendala – kendala yang di hadapi di lapangan. Nah, oleh karena itu di rasa sangat tepat sekali jika kami mengupas kendala – kendala tersebut, yang di sajikan dalam bentuk makalah ataupun diskusi.

Di akhir paragraph ini kami segenap kelompok 2 BudiDaya, menyadari secara penuh bahwa masih banyak sekali kekurangan di sana – sini. Olehnya itu, kritik dan saran yang bersifat membangun kami terima dengan dada yang lapang.

 

Terima Kasih…………………

 

Penyusun

 

Kelompok 2 Budidaya

 

 

 

DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………………………

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………..

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………………………….

BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………………………..

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

 

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

 

Budidaya ikan nila telah memberikan kontribusi protein yang cukup tinggi secara mandiri bagi banyak orang. Mengenal gambaran kegiatan usaha pada budidaya nila ini akan membantu usaha pembukaan lapangan kerja dan jenis usaha dalam budidaya ikan nila.

Usaha nila dapat dibagi menjadi tiga bagian usaha diantaranya:

  1. Usaha Pembenihan
  2. Usaha Pembesaran
  3. Usaha Pemasaran atau Distribusi

Setiap usaha ini dapat memberikan keuntungan kepada penanam modal atau investor. Pengusaha dapat memilih salah satu pada bidang usaha yang cocok dan sesuai dengan modal yang dimilikinya.

Minat berusaha sangat mempengaruhi usaha budidaya nila. Jika lebih tertarik pada distribusi yang lebih menguntungkan dan menyukai penjualan langsung sebaiknya jangan pula mengusahakan pembenihan atau pembesaran ikan.

Atau  jika berminat dan modal yang cukup, memilih usaha pembenihan dan pembesaran ikan juga sangat menguntungkan. Tipe usaha yang mana yang anda sukai tidak ada batasan sampai dimana pilihan yang anda inginkan. Jika ingin menguasai semua segmen usaha, itu juga lebih menguntungkan namanya juga usaha. ya… kan?

Yang penting jika usaha budidaya ikan nila menguntungkan silahkan dijalani. Untuk melakukan usaha budidaya ikan nila tidak selalu dilihat dari berapa banyak keuntungan dan pendapatan tapi juga lebih pada minat dan hobby yang memberikan kesenangan dan kepuasan pada pelaku usaha ini..

Pada usaha pembenihan meliputi usaha pemeliharaan induk, penetasan telor, dan perawatan larva sampai berukuran dua jari atau sebesar korek api. Anak ikan sebesar korek api ini berukuran kira-kira berumur dua bulan, pada saat benih sebesar itu biasanya sudah siap untuk di pindahkan pada kolam pembesaran. Dan pada saat pemindahan ini juga biasanya para pembenih ikan mendapatkan penjualan benih.

Usaha pembesaran, lanjutan dari usaha pembenihan. Benih ini akan dibesarkan di kolam yang khusus untuk pembesaran sampai berukuran konsumsi dengan berat antara 200g-300g. membutuhkan waktu 3 sampai empat bulan untuk ukuran tersebut. Namun ukuran panen juga disesuaikan dengan permintaan pasar ada 4-5 ekor/kg, 2ekor/kg. bahkan 1ekor/kg. saat panen ini bersiap-siap basah karena ekor ikan tidak akan diam saja.

Pemasaran atau distribusi ikan nila dapat meliputi tiga bagian hasil usaha nila. Seperti yang sudah diketahui, mulai dari pembenihan sudah dapat menjual benihnya kepada petani yang mau membesarkan ikan saja. Dan petani pembesaran ikan akan membesarkan sampai pada ukuran tertentu dan menjual kepada pengumpul dan kemudian pengumpul menjual langsung kepada konsumen.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Mengenal Ikan Nila

 

Ikan nila dikenal dengan TILAPIA, merupakan ikan darat yang hidup di perairan tropis. Air bersih, mengalir dan hangat merupakan habitan yang disukai ikan nila. Ikan nila disukai dan dikonsumsi oleh banyak orang karena rasa dagingnya gurih dan memiliki protein yang tinggi. Sayangnya banyak orang kurang menikmati ikannila karena para pembudidaya buru-buru menjual ikannila yang terkadang masih belum layak dikonsumsi karena terlalu kecil, sehingga banyak orang kurang begitu terkesan dengan ikannila yang mereka makan. Kata mereka ikan nila tulangnya lebih banyak dari pada dagingnya. Ini benar karena mereka memakan ikan nila yang masih terlalu kecil sehingga promosi tentang nila kurang baik. Sebenarnya ikan nila dapat besar sampai 1 kg perekor. Namun jarang orang memelihara ikan nila sampai seberat itu. 200 gram perekor sudah pas untuk dikonsumsi.

Ikan nila hanya dapat berkembang pada suhu air yang hangat dan tidak dapat hidup pada air yang dingin berbeda dengan ikan mas dapat hidup dalam air es sekalipun. Ikan nila dikenal dengan ikan tropis karena memang hanya ada di daerah tropis seperti Indonesia, dengan suhu di antara 23-32 derajat Celsius

Ikan nila bertumbuh lebih cepat dari pada ikan mas atau ikan lainnya. Ikan mas tidak bisa dikonsumsi dalam umur 4 bulan dari larva. Tapi ikan nila jika pemeliharaan intensive sudah dapat mencapai berat 200 gram perekor. Sedangkan ikan mas tidak dapat mencapai berat itu dengan cara pemeliharaan yang sama. selain itu reproduksi ikan nila lebih mudah dibandingkan dengan ikan mas. Ikan nila dapat bereproduksi setiap bulan sekali dengan cara alami tanpa usaha yang berarti oleh pembudaya. Berbeda dengan ikan mas jarang bereproduksi secara alami dan harus melalui proses yang lebih panjang dan rumit untuk mendapatkan anak-anak ikan

Ikan nila akan berkembang dengan sendirinya dan akan terus menjadi banyak sampai para pembudidaya kewalahan memelihara ikan ini karena anak ikan terlalu banyak. Ini memberi keuntungan dalam mendapatkan bibit namun dapat menyebabkan kerugian pada pembesaran jika tidak dikelola secara baik.

Keunggulan lainnya dari ikan nila adalah tidak memiliki tulang-tulang halus pada dagingnya tidak seperti ikan mas memiliki tulang-tulang halus dan dapat merusak suasana makan jika tidak hati-hati makan masakan ikan mas. Anak kecil tidak perlu kuatir mengkonsumsi ikan nila karena tidak adanya tulang-tulang halus dalam daging ikan nila. Hal inilah yang akan membuat ikan nila akan semakin disukai banyak orang.

2.2  Keuntungan dan Kerugian Dari Metode Jaring Apung (Hapa)

Jaring apung atau net (semacam kelambu nyamuk) biasa digunakan didalam pembesaran ikan didanau atau waduk dan rawa. Jaring yang terbuat dari nylon ini cukup kuat dan tidak mudah sobek. Pembesaran nila di jaring apung umumnya mengunakan jaring berukuran 3*3*1 M3 hingga 9*9*2 M3. Pembuatan jaring apung adalah dengan mengikatkan jaring pada empat sudut tiang bamboo atau kayu. Dengan mengatur kedalam jaring sampai 0.5-1.5 meter dan sebagian jaring harus berada diatas permukaan air setinggi 30 Cm. gunakan pemberat pada paling bawah jaring yang terendam pada empat sudut.

2.2.1        Keuntungan Pemeliharaan Nila Metode Jaring Apung;

  • Produksi ikan lebih tinggi dalam setiap meter persegi
  • Anak ikan atau bibit ikan lebih seragam.
  • Pembibitan ikan lebih mudah ditanggani baik induknya pada saat perkawinan, penetasan dan pemisahan bibit ikan.
  • Mudah dalam penangkapan saat akan panen.
  • Pembesaran ikan berjenjang dan teratur dalam waktu panen.

 

2.2.2        Kerugian Metode Jaring Apung;

  • pengelolaan lebih rumit dan pengawasan yang lebih sering dilakukan.
  •  Pemberian pakan yang harus teratur untuk setiap jaring yang berbeda jenis dan ukuran ikan.
  • Jaring bisa rusak bila cuaca buruk datang
  • Pemeliharaan lewat jaring mudah di ambil oleh pencuri.
  • Biaya pembuatan sistim jaring lebih mahal dari cara lain.

Tentu dengan mengenal untung dan rugi dalam membudidaya ikan akan lebih mudah menjalankan usaha. pemeliharaan nila cara terbuka dan cara apung menjadi pilihan yang kedua-duanya memberi keuntungan, membutuhkan ketelatenan dalam pengusahakan stok bibit nila dan pakan ikan nila menjadi prioritas utama dalam usaha nila . Dalam  mengatasi hal lain yang akan mungkin muncul.

2.3 Perhitungan Keuntungan Usaha Pembenihan Nila

Analisis usaha pembenihan Nila yang digunakan dalam usaha pembenihan sebagai berikut:

  • Modal sendiri
  • Luas kolam 200 M² merupakan lahan sewa. Pertahun Rp.1.200.000
  • Jumlah induk 40 pasang
  • Pembenihan dilakukan selama dua bulan beturut-turut mulai dari penetasan benih sampai benih berukuran dua jari. (Tidak membahas proses perkawinan induk jantan dan betina
  • Diperkirakan satu induk betina dapat menelorkan 1500 sampai 2500 ekor. Contoh perhitungan diambil dari jumlah minimum pembiakan satu induk nila 1500 ekor anak ikan.
  • Pakan buatan sendiri; tepung ikan, jagung, kedelai, bungkil. Semua dalam bentuk tepung yang sudah dihaluskan.
  • Jumlah tenaga kerja satu orang. Gaji harian, perbulan Rp.750.000
  • Perhitungan usaha pembenihan ini adalah perhitungan kasar karena bisa mendapatkan keuntungan yang lebih atau bisa juga lebih rendah dari perkiraan yang direncanakan. Bergantung dari keuletan dan keseriusan anda dalam mengelola usaha pembenihan ini.

Modal yang dibutuhkan dalam usaha pembenihan nila tidak begitu besar dibanding dengan usaha nila lainnya. Jadi, merupakan suatu peluang usaha jika diusahakan. Modal yang diperlukan adalah sarana pembenihan dan biaya operasional.

1)      Modal sarana pembenihan

– Sewa kolam 1/12X1200.000 Rp.200.000
– Alat perikanan seperti jaring, ember dll. Rp.500.000
– Induk Nila 40 pasang @ekor20.000 Rp.800.000
Jumlah: Rp.1.500.000

2)      Modal biaya operational

– Pakan berupa pellet yang dihancurkan sebanyak 500 kg. Rp.2000/kg. Rp.1.000.000
– Satu pekerja selama 2 bulan. perbulan Rp.750.000 Rp.1.500.000
– Alat perikanan seperti jaring, ember dll. Rp.500.000
Jumlah: Rp.3.000.000

 

3)      Perhitungan pendapatan harga jual benih;

= Jumlah induk betina x produksi x Harga jual benih

= 40x1500x200

= 60.000 x 200

= Rp.12.000.000

 

4)      Perhitungan pendapatan harga jual benih dikurangi pengeluaran;

= Pendapatan – Total pengeluaran

= Rp.12.000.000 – Rp.4.500.000

= Rp. 7.500.000

 

5)      Break Event Point (BEP). Kembali modal dalam satuan harga perekor sebagai berikut:

= Total Modal dibagi Total Produksi

=4.500.000 / 40×1500

= 4.500.000 / 60.000

= Rp.75 / ekor (Kembali modal pada harga benih Rp. 75 / ekor dari Rp.200 /ekor)

 

6)      BEP. Kembali modal dalam satuan produksi benih

= Total Modal dibagi Harga Jual Benih @ekor Rp.200

= 4.500.000 / 200

= 22.500 (Kembali modal pada 22.500 ekor benih dari 60.000)

7)      Revenue Cost Ratio (R/C ratio) Perbandingan pendapatan dan pengeluaran.

=Pendapatan dibagi Pengeluaran

= 12.000.000 / 4.500.000

= 2.6

Nilai R/C ratio sebesar 2.6 menunjukan usaha pembenihan sangat menguntungkan jika dilakukan. Dari setiap Rp.1 modal yang dikeluarkan, menghasilkan pendapatan sebesar Rp 2.6

2.4 Analisa Keuntungan Usaha Pembesaran Ikan Nila

Pembesaran nila mulai dari benih berumur dua bulan (ukuran jempol) sampai nila berukuran 4-5 kg/ekor selama 4 bulan. perhitungan yang digunakan dalam usaha pembesaran nila sebagai berikut:

  • Luas kolam 1000 m persegi merupakan lahan sewa
  • Benih yang akan dibesarkan sebanyak 60.000 ekor
  • Jumlah tenaga kerja dua orang. Rp 750.000/bln/org
  • Pembesaran ini selama empat bulan berukuran 200-300 g/ekor
  • Total produksi nila konsumsi yang dipanen kurang lebih 10 ton.

 

1)      Modal Sarana Pembesaran

– Kolam 1000 meter persegi selama empat bulan Rp. 1.200.000
– Benih nila 60.000 ekor Rp. 9.000.000
– Alat perikanan Rp. 500.000
Total Rp. 10.700.000

 

 

 

2)      Biaya Operational         

– Pakan buatan sendiri Rp. 42.000.000
– Tenaga kerja dua orang Rp. 6.000.000
– Obat-obatan dan keperluan lain Rp.10.000.000
Total Rp. 58.000.000

Total Pengeluaran=Modal Sarana Pembesaran + Biaya Operational

= Rp. 10.700.000 + Rp. 58.000.000

= Rp. 68.700.000

3)      Pendapatan Sama Dengan Total Produksi Ikan Dikalikan Harga Jual Perkiloran

Pendapatan = Total Produksi x Harga Jual
= 10.000 kg x  Rp 15.000/kg
= Rp.150.000.000

4)      Perhitungan Keuntungan Adalah Pendapatan Dikurangi Pengeluaran

Net Profit = Pendapatan – Total pengeluaran
= Rp.150.000.000 –  Rp. 68.700.000
= Rp. 81.300.000

5)      Break Event Point (BEP). Kembali modal dalam satuan harga perekor sebagai berikut:

BEP. Dalam satuan harga = Total Modal dibagi Total Produksi dalam kg
=68.700.000/ 10.000
= 6870
= Rp.6870 / kg (Kembali modal pada harga nila Rp. 6870 / kg dari Rp.15.000 /kg)

 

6)      BEP. Kembali modal dalam satuan produksi

= Total Modal dibagi Harga Jual nila /kg Rp.15.000
= 68.700.000 / 15.000
= 4580 (Kembali modal pada 4580 kg nila  dari 10.000kg)

7)      Revenue Cost Ratio (R/C ratio) Perbandingan pendapatan dan pengeluaran.

=Pendapatan dibagi Pengeluaran
= 150.000.000 / 68.700.000
= 2.1

Nilai R/C ratio sebesar 2.1 menunjukan usaha pembesaran nila sangat menguntungkan jika dilakukan. Dari setiap Rp.1 modal yang dikeluarkan, menghasilkan pendapatan sebesar Rp 2.1

Perkiraan pendapatan ini adalah perkiraan kasar, bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung dari pengelolaan dan keuletan pengusaha. perhitungan ini sebagai gambaran bidang usaha pembesaran saja tapi bisa juga untuk usaha lain sebagai contoh dalam menghitung rencana usaha.

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Setiap usaha ini dapat memberikan keuntungan kepada penanam modal atau investor. Pengusaha dapat memilih salah satu pada bidang usaha yang cocok dan sesuai dengan modal yang dimilikinya.

Minat berusaha sangat mempengaruhi usaha budidaya nila. Jika lebih tertarik pada distribusi yang lebih menguntungkan dan menyukai penjualan langsung sebaiknya jangan pula mengusahakan pembenihan atau pembesaran ikan.

Atau  jika berminat dan modal yang cukup, memilih usaha pembenihan dan pembesaran ikan juga sangat menguntungkan. Tipe usaha yang mana yang anda sukai tidak ada batasan sampai dimana pilihan yang anda inginkan. Jika ingin menguasai semua segmen usaha, itu juga lebih menguntungkan namanya juga usaha. ya… kan?

3.2  Saran

Saran saya kepada dosen pengasuh mata kuliah. Agar di tugas-tugas selanjutnya kegiatan semacam study kasus ini terus di tingkatkan. Ini menjadi hal yang sangat positif agar mahasiswapun tak terpaku untuk duduk membaca buku atau nongkrong berjam-jam di depan internet. Jujur, saat kami mendapat tugas ini kami terpacu untuk menghasilkan suatu penelitian kecil-kecilan yang berkualitas dan memang kami harus turun ke lapangan untuk melakukan study ini.

So Thanks Dofu-Dofu………!!!!!!!

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

www.ikannila.com

Posted on Juni 3, 2012, in KATALOG MAZARA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: